Oleh: Tiy Kusmarrabbi Karo, MA
(Dosen Tetap STAI As-Sunnah Deli
Serdang)
A.
Definisi
Rafidhah
Orang pertama
yang mencetuskan paham Rafidhah adalah Abdullah bin Saba’ si Yahudi dari
kalangan Yahudi Yaman. Dia menampakkan keislaman kemudian datang ke Madinah
pada masa khalifah yang lurus, Ustman bin ‘Affan t.
![]() |
Mereka (Syi’ah) dinamakan dengan Rafidhah
(kaum yang meninggalkan) karena mereka meninggalkan Zaid bin ‘Ali, ketika
mereka meminta beliau untuk menyatakan putus hubungan dengan Abu Bakar dan
Umar, tetapi beliau justru mendoakan rahmat untuk mereka berdua. Maka mereka
mengatakan, “Jika demikian, kami akan meninggalkanmu”. Beliau berkata,
“Pergilah! Kalian adalah Rafidhah (orang-orang yang meninggalkan).”
Adz-Dzahabi
berkata dalam Siyar A’lam An-Nubala’ (5/390) bahwa Isa bin Yunus
berkata, “Orang-orang Rafidhah datang menemui Zaid, lantas mereka berkata,
‘Buatlah pernyataan putus hubungan dengan Abu Bakar dan Umar sehingga kami akan
membantumu.’ Beliau menanggapi, ‘Bahkan aku loyal kepada mereka berdua.’ Mereka
pun berkata, ‘Jika demikian, maka kami meninggalkanmu’.” Dari situlah mereka
dikatakan Rafidhah.
B.
Kemiripan Rafidhah/Syi’ah dengan Yahudi, Nashrani dan Majusi.
1.
Kemiripan Rafidhah/Syi’ah dengan Yahudi
Termasuk dari
keburukan Rafidhah adalah keserupaan mereka dengan Yahudi. Mereka mempunyai
banyak kemiripan dengan Yahudi, di antaranya:
a. Mereka menyamai Yahudi yang telah menuduh Maryam yang suci dengan
perbuatan zina, dengan menuduh istri Rasulullah r, Aisyah yang bersih dengan kedustaan. Dengan sebab itulah mereka
melepas keimanan.
b. Mereka menyerupai Yahudi dalam ucapannya, “Sesungguhnya Dina bintu
Ya’qub keluar dalam keadaan perawan, lantas seorang musyrik merenggut
keperawanannya.” Dan dengan ucapan mereka, “Sesungguhnya Umar t merampas puteri Ali t.”
c. Mereka memakai mahkota yang termasuk dari pakaian Yahudi.
d. Memotong jenggot atau mencukurnya habis atau memanjangkan kumis.
Ini adalah agama Yahudi dan saudara mereka dari kalangan orang-orang kafir.
e. Yahudi dirubah mukanya menjadi kera dan babi. Dan telah dinukilkan
bahwa hal seperti juga terjadi pada sebagian orang Rafidhah di Al-Madinah
Al-Munawwaroh dan selainnya. Bahkan, diberitakan bahwa mereka dirubah jasad dan
wajah mereka ketika mati.
f. Meninggalkan shalat jum’at dan jama’ah. Demikian pula Yahudi, mereka
tidak melakukan shalat kecuali sendiri-sendiri.
g. Mereka meninggalkan ucapan ‘amin’ di belakang imam ketika shalat.
Meraka tidak mengucapkan amin sebab mengira bahwa shalatnya akan batal dengan
sebab itu.
h. Mereka meninggalkan penghormatan dengan salam antara sesama mereka.
Jika mereka memberi salam, maka mereka melakukannya dengan cara yang bertolak
belakang dengan sunnah.
i. Mereka
keluar dari shalat dengan perbuatan dan meninggalkan salam dalam shalat. Mereka
keluar dari shalat tanpa salam, tetapi mereka mengangkat tangan lantas
menepukkannya pada lutut seperti ekor-ekor kuda liar.
j. Kerasnya
permusuhan mereka terhadap kaum muslimin, sementara Allah r mengkhabarkan tentang Yahudi,“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras
permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi.”(Al-Maidah: 82)
Demikian
pula mereka paling keras permusuhannya terhadap Ahlussunnah wal Jama’ah sampai-sampai mereka menganggap
Ahlussunnah itu najis. Dalam hal ini, mereka telah menyerupai Yahudi,
dan orang yang bergaul langsung dengan mereka tidak akan mengingkari keberadaan
hal itu pada mereka.
k. Mereka mengumpulkan antara seorang wanita dengan bibinya dari pihak
ayah dan seorang wanita dengan bibinya dari pihak ibu, menyerupai Yahudi.
l. Ucapan mereka bahwa orang yang memusuhi mereka dari kalangan umat
tidak akan masuk surga, bahkan kekal di neraka. Yahudi dan Nashrani juga
berkata,“Dan mereka
(Yahudi dan Nashrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali
orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nashrani". (Al-Baqarah: 111).
m. Mereka
menggambar makhluk hidup sebagaimana dilakukan Yahudi dan Nashrani. Padahal
telah datang ancaman yang sangat keras dalam menggambar makhluk bernyawa. Dalam
shahih Al-Bukhari dan selainnya bahwa Rasulullah r bersabda, “Semoga Allah melaknat
para pelukis (makhluk bernyawa).” Beliau juga bersabda, “Sesungguhnya
orang yang menggambar (makhluk bernyawa) di hari kiamat akan dibebani untuk
meniupkan ruh kepadanya dan dia tidak akan mampu melakukannya, dan para
malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar makhluk
bernyawa.” (HR.
Al-Bukhari).
n. Mereka
tidak mau membela para imamnya sebagaimana mereka telah membiarkan Ali, Husain,
Zaid dan selainnya dalam kesulitan, semoga Allah memburukkan mereka. Sungguh
besar pengakuan mereka dalam mencintai ahli bait, tetapi betapa jauhnya mereka
dari pembelaan terhadap ahli bait. Yahudi juga telah berkata kepada Musa,“Karena itu
pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, Sesungguhnya kami
Hanya duduk menanti disini saja". (Al-Ma’idah: 24).
o. Yahudi
selalu diliputi dengan kehinaan dan kerendahan di mana pun mereka berada.
Demikian pula mereka, orang-orang Rafidhah, selalu diliputi oleh kehinaan
sampai-sampai mereka menghidupkan taqiyyah karena begitu besarnya
ketakutan dan kehinaan mereka.
p. Yahudi
menulis Al-Kitab dengan tangan-tangan mereka lantas mengatakan bahwa ini dari
sisi Allah. Demikian pula mereka menuliskan kedustaan, lantas mengatakan
bahwa ini dari Kalamullah U . mereka juga berbuat dusta atas
nama Rasul-Nya r dan ahli bait beliau.
2.
Kemiripan Rafidhah/Syi’ah dengan Nashrani
Diantara
keserupaan mereka dengan Nashrani:
a. Nashrani
menyembah Al-Masih Isa u. Demikian pula orang-orang ekstrimnya Rafidhah/Syi’ah mereka
menyembah Ali dan keluarganya.
b. Nashrani
berlebihan dalam menyanjung Isa u, demikian pula ekstrimnya Rafidhah berlebihan dalam menyanjung
ahli bait sampai-sampai mereka menyetarakan dengan kedudukan para nabi.
c. Mereka
menggauli wanita di duburnya ketika keadaan haid dan Nashrani biasa menggauli
istri-istrinya di tempat keluarnya darah haid (di kemaluannya ketika haid).
d.
Pakaian
sebagian mereka menyerupai pakaian Nashrani.
3.
Kemiripan Rafidhah/Syi’ah dengan Majusi
Di antara
keserupakan mereka dengan Majusi:
a. Majusi
meyakini adanya dua tuhan, cahaya dan kegelapan dan mereka mengatakan bahwa
Allah pencipta kebajikan sedangkan syaithan pencipta keburukan.
b. Majusi
menikahi mahram sendiri, demikian pula Syi’ah ekstrim melakukan hal tersebut.
c. Majusi
meyakini tanasukh (reinkarnasi) demikian pula mereka meyakini tanasukh
(reinkarnasi).
Sumber: 1. Risalatun
fi Ar-Rad ‘Ala Ar-Rafidhah, edisi Indonesia “Bantahan & Peringatan atas
Agama Syiah Rafidhah”. karya: Asy-Syaikh Muhammad At-Tamimi. Dan siapa yang
ingin meluas untuk mengetahui kemiripan Rafidhah dengan Yahudi dan dengan
orang-orang kafir, maka silakan merujuk kitab 2. Minhajus Sunnah karya
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (1/15-24) tahqiq Dr. Muhammad Rasyad Salim.

Posting Komentar